Selasa, 20 April 2010

70's


Last night mom, dad and me (ini tira atau cinca laura?) menceritakan tentang kisah muda mereka yang beneran bikin ketawa ngakak dibuatnya….
Tentang tingkah laku mereka saat remaja, mana itu yang dianggep keren, dianggep hebat, ternyata lucu bgd, yah sama aja seperti kita anggap keren dan mantap sekarang nanti akan dihina anak-anak kita, hukum karma berlaku hahahaha….
Awalnya ngebahas tentang buku, my dad bilang buku pengarang yang paling dia senengin itu namanya “Asmaraman Kho ping Ho” ini pengarang asli keturunan Indonesia, orang Surabaya katanya…. itu novel wajib bagi anak muda jaman dulu, ada sekitar 18 jilid, dan semua anak muda jaman itu tau semua ceritanya, judulnya dahsyat “istana pulau es” tokoh-tokohnya juga mantap namanya, Lulu, Seruling emas, kisang tentang perguruan suci dan hitam, sarang penyamun, dan mati merana karena cinta…. Wow!! setelah gw ceritakan sedikit cerita dari my dad ada yang berminat membacanya??? (he2) :p,
dulu hiburan masih dikit, pelarian anak mudanya ke baca buku, so, pada jaman itu bisa ditemukan persewaan buku setiap 10 meter sekali… sekarang mana??, tau toko maju Tanjung Karang – Lampung?? Tempat kita biasa beli baju sekolah, itu dulu katanya tempat persewaan buku, nyokap, bokap gw remaja tahun 70-75 an ya, dan jaman itu TV masih jarang banged yang punya (Tv masih pake aki), jadi hiburan lainnya yang ada yaitu radio, nanti anak muda beli kupon radio itu, diisi terus nanti dibacain, dan kata nyokap rasanya bangga gak ketolongan kalo nama kita disenggol, nama asli mereka beda dengan nama udara untuk disebutin, seperti “Mawar Berduri”, “mawar Hitam” , “Papa Flamboyan”, “Teratai Merah” (wew!!) jadi gentian kalo hari ini lo disenggol temen lo besok malemnya lo senggol dia makanya ada istilah radio “senggal-senggol kita dong” ha2.
Banyak radio komunitas dibikin anak-anak mudanya pada zaman itu (aku juga ikut radio komunitas kampus lohhhh), terus selain acara senggal-senggol ada sandiwara radio yang ditunggu, kalo sandiwara udah mulai semua duduk dengerin radio dan terhanyut didalamnya.
Dan banyak kendala untuk gaul pada zaman itu, transportasi masih langka, kalo udah punya motor bisa dikatakan mewah, jadi lebaran pake baju baru, pake sepatu baru dapet THR untuk nonton, dengan jarak 5 Km jalan ramean ke bioskop (hahaha udah cantik dan gaya keringetan lagi), gitu juga kalo mau ke pantai jalan aja ntar pelan-pelan juga nyampe….
Dan bokap gw, yang sekolah di SPMA (Haji Mena kalo lo tau Lampung) yg ke kota butuh 15 Km, untuk nonton bioskop, jadi mereka dapet kabar kalo di bioskop nanti malem bakal ada film Sophan Sofian dan Widyawati, judulnya “Pengantin Remaja” mereka mulau berunding, masing-masing pegang duit berapa, kalo yang gak punya duit di sum-sum biar semuanya pergi berangkat, jarak 15 Km dari Haji Mena ke Karang, kalo kata bokap gw itu sih “Gampilll!!” berangkat mereka belasan orang menuju bioskop dengan berjalan kaki, kalo bioskopnya main jam 7 malem dari jam 4 sore mereka udah berangkat, haha…
Dan mereka punya akal biar tetep gaya sepatunya mereka bungkus, dan makenya nanti setelah deket bioskop, kalo bagi kita praktisan pake langsung ya, sayangnya zaman itu bukan snickers yang jadi primadona sepatu, tapi “Exotic” lah yang menjadi primadona sepatu, yang tingginya dari ujung ke ujung 7 Cm, boot tapi tinggi itu looo, jadi banyangkan kalo lo harus jalan sejauh 15 Km dengan sepatu itu, yang ada sepatunya yang jebol ato betis lo yang jebollll he2
Jadi sebelum mendekati bioskop, mereka para bujang asoy ini merapihkan dulu bajunya, ngipas-ngipasin diri ngilangin keringet, (ingat 15 Km) terus pake minyak rambut, rambut disisir kebelakang dengan rapih, dengan sedikit sentuhan akhir, masukan tiga jari kedepan rambut dan tarik sedikit agar menimbulkan jambul hasilnya “PERFECTO, MAGNIFICENT, OUTSTANDING” tidak lupa celana super cutbrai, dipadu sepatu exotic….. (mati!!)
Nyampe bioskop beli karcis, setelah dapet bangganya bukan main memegang tu karcis, masukin ke kantong kurang dalem, takut jatoh… sebelum nonton beli kacang kulit dulu dong ha2, nyampe didalem bioskop cari tempat ditengah, kursinya tebak dari apa?? Masih dari rotan dilapis kain, jadi jangan heran ada aksi kepinding menyertai selagi menonton sophan sofian dan widyawati…. sebelum film dimulai keliatan di layar orang yang menggulung film, kalo lw dah nonton film itu jangan coba-coba menceritakan apapun tentang film itu, karena itu aib, dusun anggepannya (masi berlaku kali ye kalo sekarang) oh iya bioskop-nya masih “MISBAR” A.K.A “Gerimis Bubar” hi2.
Masalah trend rambut gadis zaman nyokap gw adalah yongen, dan nyokap bilang, baju-baju, sepatu, yang “in” zaman itu keluar lagi sekarang, kalo cowok bentuk rambutnya harus nutupin telinga, gak cool kalo gak gitu, ala-ala beatles lah… terus para pria harus sedia catokan dan catokan dulu = besi yang dipanaskan, jadi kalo bujang jaman dulu keningnya item berarti dia mengalami kecelakaan mencatok…. Ha2.
Wah mantap ya usaha para bujang & gadis pada zaman itu untuk begaya…
Sekarang segalanya telah dimudahkan, hiburan ratusan macemnya, radio oke, tv dengan ratusan chanel boleh, browsing ato sekedar chating, karoeke, dan masih banyak lagi,
Jangan sampe ya kalo kita sekarang malah makin loyo!! Kadang gw berfikir dengan ini semua kita benar-benar bisa jadi manusia individual, bahkan gak perdulian, lo,lo, gw,gw. Karena ada banyak dunia hiburan yang menawarkan lebih banyak daripada ngobrol ramean, ketawa bareng, ngumpul bareng menemukan arti berteman, berkorban dll…
Penasaran, kita udah cukup dimudahkan dengan kemajuan zaman, gimana generasi selanjutnya yaa??

Minggu, 21 Maret 2010

never give up, never give in

1 hal yang perlu dilakukan dalam hidup….
“Jangan pernah menyerah”
Terkadang hidup memang penuh rasa sakit,
Untuk melaluinya dibutuhkan banyak keringat dan air mata.
Setiap saat kita harus melakukan perombakan disana-sini.
Banyak hal yang harus dimengerti,
Masih banyak yang harus dipelajari,
Benar atau salah suatu pertanyaan yang tiada jawaban.
Suatu saat ku berfikir, masalah yang pernah membuatku menangis, lelah dan terasingkan terombang-ambing dengan berbagai faham mengelilingi yang menunggu pada akhir keputusanku,
Ternyata setelah kulalui,
Membuatku tersenyum hari ini, bahwa tidak seberat yang kubayangkan
Bahwa aku bisa melaluinya!!
Percayalah….
Tantangan hidup bisa lebih berat dan banyak dari pada hari ini, yang perlu kita lakukan hanyalah :
“JANGAN MENYERAH”
Semua ada akhirnya…
Tinggal kesiapan kita menerimanya

T.S. Elliot

Bukan! Aku bukan pangeran Hamlet,
Juga tidak dimaksudkan menjadi dia ;
Aku seorang hamba, seseorang yang akan bekerja mengembangkan kemajuan,
Menciptakan satu, dua pertikaian,
Member saran pada sang Pangeran ;
Tak pelak pekerjaan yang mudah,
Menyanjung, senang bisa berguna,
Politik, hati-hati dan teliti. Penuh bahasa tinggi, tapi agak tumpul.
(T.S. Elliot) from The Class Erich Segal

Pepatah tradisional rimba Afrika

Setiap kali saat fajar menyingsing seekor rusa terjaga,
ia tahu hari ini ia harus lari lebih cepat dari seekor singa yang tercepat,
jika tidak ia akan terbunuh.

setiap kali saat fajar menyingsing seekor singa terbangun dari tidurnya,
ia tahu hari ini ia harus mampu mengejar rusa yang paling lambat
jika tidak, ia akan mati kelaparan.

tak masalah apakah kau seekor rusa atau seekor singa,
karena setiap kali saat fajar menyingsing sebaiknya engkau mulai berlari!!

Mother Theressa

Orang sering kali keterlaluan, tidak logis dan hanya mementingkan diri,
Bagaimanapun maafkanlah mereka…
Bila engkau baik hati, bisa saja orang lain menuduhmu punya pamrih,
Bagaimanapun berbaik hatilah.
Bila engkau sukses, engkau mendapat beberapa teman palsu dan beberapa sahabat sejati, bagaimanapun jadilah sukses.
Bila engkau jujur dan terbuka mungkin saja orang lain menipumu,
Bagaimanapun jujur dan terbukalah.
Apa yang engkau bangun selama bertahun-tahun mungkin saja dihancurkan orang lain hanya dalam semalam, bagaimanapun bangunlah.
Bila engkau mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan mungkin saja orang lain akan iri, bagaimanapun berbahagialah.
Kebaikan yang engkau lakukan hari ini mungkin saja sudah dilupakan orang lain, bagaimanapun berbuat baiklah.
Bagaimanapun, berikan yang terbaik pada dirimu,
Engkau lihat,
Akhirnya ini adalah urusan antara engkau dan tuhanmu, bagaimanapun ini bukan urusan antara engkau dengan mereka.
(Mother Theressa)

Kahlil Gibran

Tujuh kali telah kucemohkan jiwaku,
Pertama ketika kulihat ia menunduk agar supaya mendapat ketinggian.
Kali kedua, waktu kulihat ia berjalan timpang di muka si pincang.
Kali ketiga, waktu di berkesempatan memilih antara yang sukar dan yang mudah dan memilih yang mudah.
Kali keempat ketika dia berbuat salah, lalu menhgibur diri bahwa orang lainpun berbuat kesalahan.
Kali kelima ketika dia bersabar demi kelemahan, dan menghubungkan kesabaran itu dengan ketabahan.
Kali keenam ketika ia mencemoh keburukan seraut wajah, namun tak menyadari bahwa itu salah satu topengnya sendiri.
Kali ketujuh, ketika dia menyanyikan lagu pujian dan merasa berbuat kebajikan.
(Kahlil Gibran)

Sabtu, 13 Maret 2010

Cinta

Jika aku berani memperjuangkanmu itukah yang disebut cinta?
Dan,
Jika aku hanya berdoa untukmu dan mengharapkan yang terbaik untukmu itukah cinta?

Apakah harus melampaui api yang berkobar, samudera yang luas untuk membuktikan itu cinta??
Atau hanyalah memandangmu dengan segala pencapaianmu lalu memberikan senyum padamu itu tidak pantas disebut cinta??

Aku tidak begitu mengerti tentang cinta,
Aku buta dan tuli tentang cinta,
Yang aku tau hanyalah hati ini selalu memikirkanmu, hati ini selalu bertanya tentangmu,

Dan jika aku mulai memikirkanmu,
Jatuhlah air mataku,

tidak bisakah itu disebut cinta??

(euww!!)